Foto : Fusion Medical Animation (Unsplash)

Kapan Wabah COVID-19 di Indonesia Berakhir? Mari Perkirakan Berdasarkan Kecepatan Vaksinasi Kita

Pastinya, sulit bagi siapapun untuk meramalkan kapan pandemi berakhir. Akan tetapi, ada satu kondisi yang menjadi pertanda bahwa pandemi akan mereda, yaitu ketika telah tercapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Untuk COVID-19, kekebalan kelompok tercapai ketika setidaknya 70% anggota populasi telah mendapatkan imunitas dari virus SARS-Cov-2. Dengan kata lain, kekebalan kelompok tercapai ketika 70% penduduk telah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Dengan pengetahuan soal kekebalan kelompok serta data proses vaksinasi yang dilakukan di Indonesia, kita dapat memperkirakan kapan Indonesia mencapai kekebalan kelompok. Logikanya, dari informasi perihal seberapa banyak dan seberapa cepat vaksinasi yang telah kita lakukan selama ini, kita dapat memperkirakan kapan kita akan berhasil mengimunisasi 70% dari penduduk Indonesia. Ini adalah perhitungan sederhana. Ada asumsi-asumsi besar yang diambil untuk mendapatkan perkiraan yang spesifik ini. Para ahli epidemiologi dan ahli ilmu-ilmu terkait tentunya dapat mengoreksi dan menyempurnakan perhitungan seperti ini.

Asumsi-asumsi yang diambil dalam memperkirakan akhir pandemi berdasarkan laju vaksinasi di Indonesia adalah:

Pertama, kekebalan kelompok terjadi setelah 70% dari populasi telah divaksinasi.

Kedua, imunitas terjadi setelah seseorang mendapatkan vaksinasi dosis penuh, yaitu vaksinasi dosis pertama dan kedua. Karena vaksinasi dosis penuh pasti tercapai ketika seseorang tercatat melakukan vaksinasi dosis kedua, laju vaksinasi dihitung memakai jumlah vaksinasi dosis kedua.

Ketiga, laju vaksinasi dihitung berdasarkan rata-rata jumlah orang yang divaksinasi setiap harinya dalam periode 30 hari terakhir. Periode 30 hari dipilih karena rentang waktu tersebut kami anggap cukup stabil untuk mewakili laju vaksinasi yang sedang diusahakan. Laju vaksinasi yang ditentukan berdasarkan satu hari acuan saja akan rawan mendapatkan angka yang terlalu cepat (jika kebetulan di hari acuan tersebut terjadi peningkatan kapasitas vaksinasi drastis) atau terlalu lambat (jika kebetulan di hari acuan tersebut terjadi penurunan kapasitas vaksinasi drastis). Penentuan laju vaksinasi memakai rata-rata harian dalam keseluruhan hari sejak vaksinasi dimulai juga menyebabkan angka hasilnya lebih rawan akan ketidakakuratan. Angka laju yang didapat dari perhitungan semacam itu rawan dipengaruhi hari-hari ketika kapasitas vaksinasi berada di luar batas normal.

Keempat, tidak muncul varian baru virus corona yang lebih ganas yang meningkatkan syarat batas persentase kekebalan kelompok menjadi lebih dari 70%. Asumsi-asumsi lain yang kami ambil, misalnya, jumlah penduduk yang masuk dalam perhitungan adalah keseluruhan populasi dengan tidak memandang usia.

Sumber: NadiData.Net

Sumber: NadiData.Net

Proses vaksinasi nasional kita masih menemukan banyak kendala. Kendala tersebut, antara lain, misinformasi atau hoaks yang menyebabkan sebagian masyarakat enggan divaksinasi. Proses administrasi vaksinasi juga dapat memperlambat vaksinasi secara keseluruhan. Hasil perkiraan waktu akhir pandemi berdasarkan laju vaksinasi diharapkan dapat memacu kita sebagai masyarakat untuk mempercepat vaksinasi supaya pandemi cepat selesai.

Perhitungan perkiraan akhir pandemi berdasarkan laju vaksinasi kami tampilkan di visualisasi data pandemi COVID-19 Indonesia (dataset yang menjadi dasar perhitungan juga tersedia di laman tersebut). Angka perhitungan kami bersifat dinamis, yaitu berubah seiring dengan perubahan rata-rata jumlah vaksinasi selama periode 30 terakhir dari hari rilis data terbaru. Maka itu, angka yang didapat sekarang hampir pasti berubah besok. Ketika pemerintah dan masyarakat konsisten mempercepat laju vaksinasi, tanggal perkiraan akhir pandemi akan menjadi lebih awal. Sebaliknya, ketika laju vaksinasi melambat, waktu perkiraan akhir pandemi akan mundur.

Jumlah penduduk Indonesia menurut sensus penduduk terbaru (tahun 2020) adalah 270.200.000 jiwa. Maka itu, kekebalan kelompok atau herd immunity akan tercapai jika 189.140.000 orang Indonesia telah mendapatkan vaksin COVID-19 (70% dari jumlah penduduk Indonesia). Berdasarkan data dari KawalCovid, selama 30 hari terakhir sejak data terakhir (dari tanggal 29 Mei hingga 28 Juli 2021) ada tambahan 6.096.577 mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis kedua. Jadi dalam periode 30 hari tersebut rata-rata 203.219 orang divaksinasi. Dengan kecepatan rata-rata 203.219 divaksinasi setiap hari, kekebalan kelompok akan tercapai pada 835 hari setelah 28 Juli 2021, yaitu tanggal 10 November 2023.