Arsip Bulanan: Agustus 2021

Foto : Fusion Medical Animation (Unsplash)

Tren COVID-19 Indonesia: Penurunan Kasus Perlu Dikonfirmasi Penambahan Tes (03-08-2021)

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Kasus positif harian COVID-19 di Indonesia mulai menunjukkan tren menurun. Kemungkinan besar penurunan ini adalah hasil penurunan mobilitas luar rumah. Akan tetapi, pola tren kasus positif harian tersebbut sebenarnya masih perlu dikonfirmasi dengan cara meningkatkan jumlah tes. Penambahan jumlah tes akan memberikan kepastian lebih bahwa penurunan kasus adalah kenyataan riil di lapangan dan bukan efek dari penurunan jumlah tes.

Dari pengamatan grafik, terlihat dalam beberapa hari terakhir ada hari-hari ketika terjadi penurunan tingkat positivitas harian, yaitu ketika terjadi penurunan proporsi kasus positif di antara tes-tes yang dilakukan secara harian. Hal ini menyebabkan menurunnya positivitas mingguan. Kondisi tersebut memberi kesan bahwa kenaikan jumlah kasus positif harian mencapai posisi yang stagnan atau mungkin menurun. Akan tetapi, seperti yang telah kami singgung di atas, tren ini mesti dikonfirmasi dengan penambahan tes.

Penambahan kasus positif harian sekarang masih jauh di atas penambahan yang sama pada waktu awal naiknya lonjakan kasus pada awal bulan Juni. Akan tetapi, mobilitas luar rumah mulai merangkak naik lagi setelah menempati titik terendahnya di minggu ketiga Juli 2021. Titik terendah mobilitas luar rumah pada lonjakan kasus yang kita alami sekarang masih lebih tinggi dibandingkan dengan titik terendah mobilitas luar rumah yang terjadi di lonjakan kasus yang pertama (Januari 2021). Padahal, lonjakan kasus sekarang jauh lebih tinggi daripada lonjakan kasus pada Januari 2021. Ini mengesankan bahwa masyarakat kita mulai berkurang rasa keperluan untuk mengurangi mobilitas. Kemungkinan lainnya adalah kita mulai tidak kuat secara sosial ekonomi untuk menurunkan mobilitas lebih rendah serta lebih lama lagi.

Menurut kami, idealnya dalam menangani lonjakan kasus sekarang adalah dilakukannya penambahan tes untuk mengetahui kenaikan kasus positif harian sebenarnya. Kemudian, mobilitas luar rumah tetap ditekan hingga kasus positif harian menurun dengan lebih signifikan dan stabil. Akan tetapi, jika situasi ideal itu tidak tercapai maka sebaiknya tetap dilakukan penambahan tes meskipun terjadi pelonggaran batasan mobilitas luar rumah. Pelonggaran batasan mobilitas luar rumah itu mutlak harus diikuti penerapan protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi yang lebih tegas, konsisten, dan inovatif.

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Tren penting lainnya adalah laju vaksinasi nasional. Vaksinasi dosis 2 mengalami tren meningkat. Vaksinasi dosis 1 tampak seperti mengalami anti klimaks. Program vaksinasi mesti tetap digiatkan dengan stabil supaya pandemi COVID-19 cepat selesai di Indonesia. Dengan laju vaksinasi sekarang, target vaksinasi 70% penduduk Indonesia (yang menjadi syarat umum kekebalan kelompok atau herd immunity) baru dapat tercapai pada bulan Juni 2023.

Data yang dipakai dalam tulisan ini bersumber dari KawalCovid dan Google Mobility Reports yang diakses pada 3 Agustus 2021. Grafik-grafik di atas dan visualisasi data lainnya seperti misalnya mobilitas provinsi, data kasus provinsi, peringkat perubahan mobilitas provinsi beserta dataset dapat dilihat di COVID-19 Indonesia di NadiData.net.

Foto : Fusion Medical Animation (Unsplash)

Tren Data COVID-19 Indonesia Terkini: Jumlah Kasus, Tes, Vaksinasi, Perkiraan Akhir Pandemi (31-07-2021)

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Berdasarkan data COVID-19 di Indonesia pada tanggal 31 Juli 2021, variabel-variabel berikut mengalami penurunan:

  • kasus positif harian
  • kasus aktif
  • tes
  • vaksinasi dosis 1
  • sembuh harian
Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Sementara itu, variabel-variabel berikut mengalami kenaikan:

  • jumlah vaksinasi dosis 2
  • tingkat kesembuhan
  • meninggal dunia harian
Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Tingkat kematian relatif stabil. Tingkat positivitas mingguan berada dalam tren menurun pada beberapa hari terakhir tetapi kemarin mengalami sedikit kenaikan.

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Sebanyak 18% penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis 1. Delapan persen penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis 2. Indonesia telah memberi vaksinasi dosis penuh terhadap 11% dari keseluruhan jumlah penduduknya yang mesti divaksinasi dosis penuh untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). Berdasarkan data vaksinasi selama 30 hari terakhir, Indonesia memberikan vaksinasi dosis 2 kepada 231.469 orang setiap harinya. Dengan laju vaksinasi ini, Indonesia akan mencapai kekebalan kelompok pada tanggal 30 Juli 2023.

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Mobilitas luar rumah masyarakat Indonesa masih jauh di bawah kondisi sebelum pandemi. Sejak lonjakan kasus terakhir yang dimulai Juni 2021, mobilitas luar rumah membentuk jurang yang mencapai titik terendahnya selama minggu ketiga Juli 2021. Kini mobilitas luar rumah perlahan-lahan mengalami kenaikan. Idul Adha membawa dampak penurunan drastis pada variabel mobilitas di toko pangan dan apotek, mobilitas di pusat angkutan umum, dan mobiltas di tempat kerja. Mobilitas lainnya pada Idul Adha tampak sesuai trennya secara umum.

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Angka jumlah kasus positif harian, kasus aktif, sembuh harian, meninggal dunia harian provinsi didominasi provinsi-provinsi di pulau Jawa. Tren di provinsi secara umum tampak menyerupai tren nasional. Akan tetapi terlihat di Jawa Timur kasus aktif masih naik dan tidak mengalami penurunan seperti yang terjadi pada provinsi dengan banyak kasus lainnya.

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Vaksinasi saat ini masih menunjukkan korelasi positif dengan kasus aktif dan kasus positif harian. Vaksinasi kini juga menunjukkan korelasi negatif dengan tingkat kematian. Korelasi positif juga ditemukan antara vaksinasi dengan sembuh harian, tingkat positivitas mingguan, dan tingkat kesembuhan.

Sumber: NadiData.net

Sumber: NadiData.net

Menurut data dari 7 hari terbaru, Bali, Jakarta, Yogyakarta, Kepulauan Riau menunjukkan penurunan mobilitas luar rumah paling tinggi. Sementara itu, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah menunjukkan kenaikan mobilitas luar tertinggi hingga melebihi mobilitas luar rumah pada masa sebelum pandemi.

Visualisasi data di atas dibuat memakai dataset dari KawalCovid dan Google Mobility Reports. Visualisasi data selengkapnya beserta dataset hasil pemrosesannya dapat dilihat di COVID-19 Indonesia.